“terbaiknya dalam perspektif”

Inilah percubaan kolaborasi sajak dengan udara, lagu dan papan kekunci ; keletak dan keletuk. Inilah rasanya dan inilah kolaborasinya dalam sesebuah perspektif semoga ianya kekal terbaik dalam hati. Terimalah.

Apa khabar di sana wahai rasa?
Kelancaran bibirnya diharap masih dengan senyuman persona.
Dalam bicara yang sungguh asyik dan melalaikan,
Bak siang dianggap malam oleh bintang dan bulan.

Permulaan sudah digarapkan,
Berharap ianya sudah meninggalkan mood dengan berkesan,
Seperti mengambil sedikit ruangan dalam pernafasan,
Nafas yang disedut dah dilepaskan,
Dalam perkabaran yang baik dalam kesempurnaan,
Berbentuk hati kamu dalam keikhlasan.

Berkata – kata dalam berhujah panjang,
Umpama leteran dan kesakitan,
Namun isi – isinya adalah terang,
Mengenai kamu dan rasa keterujaan,
Yang semakin membara datang dan datang,
Untuk memahaminya dalam ironinya kehidupan,
Dimana rasanya seolah – olah dimedan perang,
Perang cinta yang melibatkan lelaki dan perempuan serta kesempurnaan.

Andai ada kesangsian,
Ianya cuma ada kamu dan nukilan dalam hiburan,
Setelah rasa itu sampai lantas digarapkan,
Yang telah digarapkan dalam peradaban,
Adab Sang Adam kepada Sang Hawa mencari kebahagiaan,
Hanya Tuhan berhak merampas hak – hak mengenai perasaan.

Ada cuma hanya pengucapan indah semata – mata,
Dalam doa aku berdoa kebahagian kamu ikhlasnya,
Andai ada hikmah dapat diiktibarkan melaluinya garapan ini,
Mungkin ianya hanya suatu kebetulan dalam nukilan tentang rasa ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: