“keinginan itu paradoks bila disebut”

Aku inginkan seorang bidadari yang lahir dalam zuriat manusia, dimana dia? Bagaimana rupanya? Bolehkah aku bersama? Itulah paradoks bagi aku si semut kecil dalam bulatan dunia yang inginkan sesuatu yang aku tidak tahu dan tidak arif mengenainya. Indahnya bila aku menutup mata, aku terus bertemu dia, si bidadari.

Ya, aku telah jatuh cinta. Tidak, aku belum jatuh cinta. Ya, aku telah jatuh cinta. Tidak, belum lagi. Ya.. Sudah!

Aku pasti sudah menemuinya dalam saatnya aku ditakdirkan bertemunya. Sayang, kemana dan dimana kau kini aku pasti temuinya. Sudah pasti tiada rahsianya cuma ada keinginan untuk meluahkan rasa hati kian memuncak. Kini aku cuba untuk menyebut ianya cinta buat pertama kalinya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: