“tak harus kencang berlari”

Supaya aku lebih kuat berlari, aku tak kuat juga.
Cuba berlari – lari dengan kaki asal, tak laju juga.
Bagaimana?

Seandainya aku boleh memilih antara kaki asal dan mesin.
Tetapi kekuatan aku sudah dapat di nilai semua.
Bagaimana?

Bolehkah aku lupakan bagaimana untuk berlari? Mustahil.
Selaju mana aku lari, masih ada memori belum dipadamkan.
Bagaimana?

Aku tidak harus kencang berlari, andainya aku gelisah.
Pabila aku cuba melupakan sesuatu dalam ingatan.
Tak harus.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: