“harus mengalah”

Jika kau bersedih, sentiasa tasbih cinta ini ada bersama kau dan tetapkanlah hati dan memahami cinta itu anugerah sebelum ia pergi tanpa melihat kau berjuang untuk tetapkan hati. Katakan kau seperti halilintar dan panahan petir itu terbias kepada aku, aku secara rasionalnya memahami maksud panahan itu dan aku akan berlalu pergi tanpa melihat sekalipun tidak ke belakang. Ironinya aku harus mengalah pada kau, apa daya seluruh tubuh aku menjadi lumpuh tersentak dalam gangguan emosi stabil.

Bermusim – musim,
Berbulan – bulan,
Berminggu – minggu,
Berhari – hari,
Berjam – jam,
Bersaat.. Aku telah mengalah, bagaimanapun aku masih berharap.

Menantikan ramalan tuhan dalam rutin harian, diturunkan hujan, dipanaskan muka bumi, disejukkan bumi, diluruhkan daun terlalu jelas peranan aku sebagai penumpang bumi tuhan dan tidak seharusnya berharap pada sesuatu tapi seharusnya berharap pada tuhan. Haruslah aku menjadi pengalah dalam metabolisme roda bumi yang dahagakan amalan serta laparkan tumpuan. Kerana tuhan aku mengalah dan kerana kau aku bersabar.

Advertisements

One Response to ““harus mengalah””

  1. suke ayat bunge2 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: