“oh bukankah itu hati”

Darah gemuruh ini cuba berehat, Rasa karma yang hadir sentiasa ada,

Ternyata ada sesuatu yang terpikat, Raut wajahnya mewujudkan cinta,

Kini ingin bicara satu kali sahaja, Rasa cinta dalam jiwa,

Jiwa yang dibias rasa sempurna, Tiap kali memandangnya,

Setiap kali kata bukan menjatuhkan, Setiap kata kata yang diinginkan,

Cuba gerakkan kaki kaki ini dimana berhenti, Yang mana hidup ini perhentian seperti diketahui,

Bila lara ini tiba, Bertanyakan cinta ini akan tumbuh,

Tidak menperdengarkan soal mereka, Hati ini masih belum lumpuh,

Penghibur sedih hatinya, Bagaikan bintang kelam,

Memikirkan cinta dan kasihnya, Digambarkan setiap malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: